Kajian Munadharah
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali
Sabtu, 28 Februari 2026
SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono
Boyolali - Kajian Munadharah Pekan Kedua dengan rangkaian acara
Pembukaan oleh MC Bapak Suryani (Majelis Tarjih dan Tabligh)
Dilanjutkan pembacaan Tilawatil Qur'an oleh Adik Fatimah (Siswi SDMPK Banyudono)
Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya
Acara selanjutnya yakni, Sambutan
Oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banyudono, beliau Bapak Danto menyampaikan Terima kasih banyak atas kehadiran tamu undangan di kegiatan rutin Munadharah dengan tuan rumah PCM Banyudono, semoga kajian yang disampaikan pembicara 1&2 bisa bermanfaat untuk seluruh warga Muhammadiyah Boyolali
Sambutan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Bapak Aminudin Azis (Sekretaris PDM), pada kesempatan sore hari ini menyampaikan Terima kasih kepada shohibul bait PCM Banyudono atas terselenggaranya kajian Munadharah pekan ke 2 Ramadhan. Untuk narasumber kajian Munadharah sore ini berasal dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Lazismu Jawa Tengah Semarang. Dilanjutkan narasumber PDM Boyolali, Pak Jindar Wahyudi dengan tema Istiqomah. Penyampaian informasi untuk Munadharah pekan ke 3 Sabtu, 7 Maret 2026 di PCM Boyolali Kota, PDM Boyolali dan PCM Se-Kabupaten Boyolali min. 2 menghadiri undangan di UMS dan diundur menjadi tanggal Rabu, 11 Maret 2026 dengan waktu yang sama.
Sosialisasi Metode Bacaan Qur'an dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Ust. Farkhani, M. H (Majelis Hukum dan HAM PWM Jateng)
Adik Rektor UIN Salatiga, Bapak Prof. Zakiyyudin Baidawiy, MA
Menyampaikan metode membaca Al-Qur'an Sur'ati yang dibentuk setelah dikaji pada saat mondok di UMS pada agenda PDM Karanganyar dengan Buku Iqra' Metode Qur'an Sur'ati praktis, mudah dihafalkan oleh anak-anak dan bisa diajarkan dengan mudah. Harapannya bisa untuk metode lancar baca Iqra'.
Dilanjutkan, Kajian Narasumber 1
Ust. Fuuzul Hanif Noor Athief, Lc., M. Sc
(Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lazismu Jawa Tengah dan Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Ekonomi Syariah),
Menyampaikan ibrah dari peristiwa hujan adalah rahmat semesta alam dari Allah SWT. Berbicara tentang zakat, bagaimana perspektif zakat dan sumber dari Al Quran serta Sunnah.
Harta terbagi dalam bentuk uang dan sejenisnya, para petani dan dagang, properti dan aset yang banyak. Sebagai umat muslim kita harus paham tentang zakat. Dihafalkan kisi-kisi dan poin-poin tentang zakat. Sesungguhnya Harta yang dimiliki seseorang bisa menjadikan ujian maupun manfaat untuk mengetahui seseorang yang bertaqwa pasti menunaikan zakat.
Dikisahkan melalui cerita santri, bahwa sholat itu harus dilaksanakan namun kalau saya tidak pindah ke Indonesia, visa santri hangus, tidak memiliki pekerjaan atau menganggur dan dihadapkan dengan pilihan pekerjaan lain, andai kata. Jika mempunyai kecukupan finansial yang mandiri dari perniagaan 9/10 rejeki berasal dari berniaga. Maka santri tersebut susah membayar umroh dan bayar tiket serta mendapatkan pekerjaan. Diujung cerita wallahu a'lam bishowwab. Dari cerita tersebut terkandung ibrah bahwa harta bisa menjadi ujian bagi seseorang.
Dilanjutkan apabila menemukan pertanyaan/case, kalau ada ayat yang mengatakan harta adalah ujian, kalau tidak ada harta mendekatkan kita kepada kekufuran.
Pandangan Imam Ghazali mengisahkan perspektif.
Ada beberapa golongan yang menyampaikan jika manusia itu hidup sudah secukupnya harta yang diberikan Allah kepada hambanya, mereka memandang jika zuhud itu bagus. Namun, di Surah Al-Kahf, kisah Musa as bertemu dengan nabi Khidir dimana kisah tentang kapal, membunuh anak dan masalah mendirikan tembok disuatu kaum terdahulu. Tembok yang roboh di sebuah kota yang artinya kota tersebut megah dan berlimpah harta, namun ada orang yang minta makan. Tetapi orang-orang memilih untuk tembok didirikan kembali dari pada memberi makan orang yang meminta makan.
Kalau mereka atau anak-anak sudah dewasa dikeluarkan simpanan harta untuk anak keturunannya maka semasa hidupnya tidak berkecukupan merupakan perbuatan dzalim. Lebih baik menggunakan harta untuk semasa hidupnya daripada menimbun harta dan hidup dalam kesengsaraan.
Adanya sikap terlalu moh (tidak mau) dengan harta, diskreditkan simpanan harta dalam bentuk aset padahal harus dizakati. Panitia Nabi Musa dan Khidir menyerahkan urusan tersebut kepada Allah SWT.
Pada perspektif Islam lekat dengan harta, zakat, fidyah, membayar DAM/denda. Instrumen tersebut dikesampingkan maka Islam akan habis. Karena sendi-sendi Islam berkaitan dengan Harta. Baju yang bersih dan sarung saat sholat. Puasa tidak kuat untuk puasa karena tidak ada makanan maka muncul perkara lagi. Ada hal yang penting ketika menyikapi hal baik. Sejelek-jeleknya mendapatkan harta pasti terpikirkan sedekahnya apa? Apabila dapat 100 juta diberikan ke mushola dst. Harta dipegang orang-orang yang fasik, contoh bosnya saudara bekerja di corporate, setiap kali ada uang karena ternak ayam periodr 1½-2 bulan panen besar 20 ribu ekor. Harta dialokasikan untuk minum-minuman keras. Maka haram hukumnya harta tersebut dan sebagai ujian karena tidak ada kebermanfaatannya.
Apabila memiliki harta niatkan untuk nafkah keluarga maka tidak menjadi ujian, kunci melengkapi Ke Islam an, Jangan bangga tidak zakat.
Bumi itu luas, rezeki juga luas, kenapa tidak menjadi orang dengan tangan diatas daripada tangan dibawah?
Melalui niat, instrumen bersihkan harta melalui zakat dan menghitung 2,5% besaran zakat
Ada yang salah setting dalam diri kita, level 1 kewajiban diri kita apabila ingin Islamnya lengkap melakukan sedekah, Islan yang mengamalkan Ihsan, mau naik level atau tetap saja
Zakat Maal
Keluhan dari mahasiswa zakat fitrah dikumpulkan ke koordinator menjadi tugas akhir mereka yang mengetahui medan kawasan jauh lebih membutuhkan
Mencari interview 20 orang untuk case zakat fitrah
Jika penumpukan zakat fitrah tidak dikoordinir sekitar 2021-2022 ada 9 paket x 2,5 kg maka 25 kg harus diserahkan kepada lembaga bukan sekedar panitia zakat.
Zakat wajib melengkapi ke Islam an kita
Jika harta ujian maka menjadi Islam lebih lengkap, Ihsan lebih baik lagi
Narasumber Pembicara Ke 2
K. H. Muh. Jindar Wahyudi, M. Ag
Menyampaikan ketaqwaan saat Ramadhan, apa saja yang ada di dunia ini adalah ujian, tidak tentang harta saja
Apabila berinfaq di Lazismu seribu setiap hari daripada 100k / setahun sekali, yang disukai Allah yang seribu setiap hari
Sedikit dan istiqomah daripada banyak sekali saja
Permisalan yang lain, qiyamul lail sholat malam, sholat tahajud, di Tarjih sama, Qiyamul lail juga Tahajud, sebagai warga Muhammadiyah Ahli Tahajud, performance kelihatan bukan karena jidat hitam
Tujuan dari manusia diciptakan yakni sholatku, ibadahku, manasikku, hidup dan matiku lillah hanya untuk Allah SWT. Sampai ajal yakin beristiqomah dengan Al Qur'an
Sedekah banyak, tidak kelihatan bersikap tawadu', membaca Quran dan Tarawih. Qira secara tartil dan apabila dibaca / dibacakan Al Quran maka simaklah.
Apabila membuat metode pemahaman Al Quran itu lebih baik. Karena Al Quran pemberi Syafaat selain Rasulullah.
Kematian adalah nasehat bagi kita semua. Ambil Ibrah dari sebuah kematian. Warisan yang pandai berbicara. Pandai pandailah kita berdialog dengan Al Quran. Mari tadabbur Al Quran dengan cara memikirkan, membaca tartil dan merenungi. Setelah mentadabburi Al Quran bisa mendapatkan petunjuk dan diamalkan di kehidupan sehari-hari.
Sesuai dengan Q. S. Ar-Ra'd : 22 - 24. Sesungguhnya orang sabar itu derejatnya lebih tinggi apabila dikenakan ujian/musibah.
Apabila pembahasan mengenai ZIS terang-terangan lewat Lazismu karena ada laporan.
Sembunyi-sembunyi ZIS dilakukan sendiri.
Membaca Al Quran dengan tafsir dan memahami isi Al Quran serta mengamalkannya.
Pada sesi Tanya jawab, terdapat 2 pertanyaan.
1. Membaca Al Qur'an dengan cepat atau baca Al Qur'an dengan benar?
2. Zakat Fitrah, Fidyah itu menggunakan takaran Sha' dan Mud, jika 1 Sha' > 1 Mud, lalu banyaknya Fidyahnya dari pada zakat fitrinya
Menjawab pertanyaan di atas,
1. Belajar Al Quran itu dari tidak bisa menjadi bisa, bukan cepet-cepetan, agar bapak ibu dan siswa bisa memahami Al Quran dengan cepat waktunya, menggunakan metode Sur'ati juga dilengkapi dengan Tahsin, menurut Pak Farkhani. Pak Jindar menambahkan jika tadarus bareng, semaan, membaca Al Quran pun berpahala dan mendapatkan Rahmat barokah, apabila warga Muhammadiyah semaan bulan Ramadhan saja, pasca Ramadhan baca Quran dengan artinya inshaAllah setahun bisa khatam
2. Di Jawa memakai kilo dan liter sebelum berbicara Sha' dan Mud, sama seperti Jahr & Sir saat membaca basmallah ketika sholat. Pendapat tersebut sama. Yang terpenting underline zakat fitri, fidyah harus bayar dulu karena kewajiban, ikhlaskan dulu baru pembahasan Teknis. Pada zaman Rasulullah ada yang menggunakan sha' dan Mud, kalau kita mengikuti imam, fatwa mufti, mustajdidnya akan bernilai berbeda. Tiap daerah berbeda-beda, lingkungan berbeda-beda. Apabila pembahasan sha' dan mud bisa dilanjutkan di lain waktu
Sesi tanya jawab berakhir, dilanjutkan informasi lain-lain, yang disampaikan oleh Pleno Majelis Tarjih dan Tabligh. Bapak Muhammad Muslih, M. Ag. Adanya beberapa hal dari PDM Boyolali infaq Munadharah 1.666.000 dan Alhamdulillah bagi seluruh alumni Sekolah kader dan tarjih wajib hadir jam 14 WIB untuk melaksanakan wisuda di Munadharah pekan ke 3 Rabu, 11 Maret 2026. Di SMK MUH 4 Boyolali oleh PCM Boyolali Kota.
Munadharah berakhir dengan buka puasa bersama dan sholat Magrib berjamaah. Ibrah dari Kajian Munadharah pekan ke 2, pemahaman tentang Fiqh ZIS Kontemporer menyesuaikan dinamika zaman dan Istiqomah pasca Ramadhan dengan selalu Membaca Al Quran dan melaksanakan Qiyamul Lail.
Oleh : Fathimah Tsabitah Al-Khairiyah