Kajian Munadharah dan Wisuda Sekolah Kader Tarjih & Tabligh Angkatan 1

Kajian Munadharah dan Wisuda Sekolah Kader Tarjih & Tabligh Angkatan 1


Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali

11 Maret 2026


Boyolali - Munadharah pekan ke 3 oleh PDM Boyolali bersama Majelis Tarjih & Tabligh beserta Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah PDPM Boyolali 


Acar berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembukaan oleh Bapak Suryani selaku MC dilanjutkan Tilawatil Qur'an oleh Ust. Nasrullah Nasirudin


Acara selanjutnya yakni sambutan-sambutan, 

Disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Boyolali Kota

Bapak Hasman, dengan pra kata ucapan terima kasih dan sugeng rawuh kepada semua tamu undangan PDM/A, PCM/A dan ORTOM

Ucapan Terima kasih kepada kepala AUM atas ketersediaan tempat acara Munadharah di SMK MUH 4 Boyolali


Dilanjutkan Sambutan oleh Ketua PDPM Boyolali

Bapak Sahid, Ykh. Seluruh Tamu Undangan, ucapan puji syukur dan ucapan Terima kasih kepada tuan rumah. Point sambutan dari ketua PDPM Yakni, merawat kader Muhammadiyah di Boyolali harus luar biasa melalui regenerasi dan kaderisasi adanya permohonan dukungan dan support untuk meneruskan jejak kandung anak dakwah yakni sebagai pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah


Bapak Abdurrahman, menyampaikan sambutan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali, PDM Boyolali mengucapkan Terima kasih yang sebesar-besarnya beserta PDM dan ORTOM atas terselenggaranya kajian Munadharah

 _Jazakumullah khairan katsir_

Terima kasih kepada seluruh pleno PDM Boyolali yang telah berkenan hadir pada acara ini

Dilanjutkan sesi Penyampaian Informasi;

1. Informasi Munadharah Sabtu, 14 Maret 2026 bertempat di SDMPK Cepogo, Ds. Tumang, Kec. Cepogo oleh PCM Cepogo

2. Adanya intruksi untuk memakmurkan masjid Muhammadiyah yang ada di sudut Boyolali Kota dan sekitarnya, ada Masjid Jami' Jati di Penggung arah Ampel, Masjid Al Huda arah Cepogo, Masjid Nur Safitri di Jalan Perintis Kemerdekaan kompleks kabupaten baru, Masjid Banaran, Masjid Al Anwar dan Masjid PCM Mojosongo di Kragilan arah Tol. Kemudian harapan semoga Masjid Muhammadiyah bila mana Nadhir atas nama perorangan bisa segera diwakafkan untuk turut serta berkontribusi menghidupkan Masjid Muhammadiyah di sudut Boyolali Kota


Dilanjutkan acara pengukuhan Alumni dan Ikrar Wisudawan oleh Pleno PDM Boyolali Majelis Tabligh & Tarjih, serta penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik oleh Bapak Jindar Wahyudi


Pada acara inti kajian Munadharah oleh pemateri :

1. Bapak Thontowi Jauhari (Jajaran Direksi RS PKU Aisyiyah Boyolali) 

2. Bapak Ali Muhson (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali)

Acara selanjutnya yakni

Lain-lain dan penutup


---------------------------


Kajian Munadharah Pemateri 1 selama 35' oleh Bapak Thontowi Jauhari, disambung sesi tanya jawab. 


Salam, Ykh. PDM/A, PCM/A, Kader-kader dan para Jama'ah Munadharah


Yang pada kesempatan sore ini InshaAllah semuanya mendapat rahmat dari Allah SWT, keberlimpahan kasih sayang dari Allah SWT dan dimudahkan hidupnya, diberkahi aktivitasnya dan diampuni dosa-dosanya. Aamiin

Kita semua bersama-sama dalam rombongan Munadharah untuk bisa masuk surga bersama-sama pula di kemudian hari. 


Tema Munadharah harus ada sesi diskusi, Munadharah berasal dari kata Nadharah yakni melihat, mengikuti waan tafa'ala, dalam konteks lain melihat dan mengkaji


Adanya usul dari Pemateri 1, bahwa kajian Munadharah ini harus saling berpendapat dan tidak hanya sesi tanya jawab


 *Sangat egaliterisme*


Dimana derajat orang hamba Allah sama dihadapan Allah SWT

"Apabila terdapat kajian Ilmu dan perspektif yang berbeda, untuk melihat suatu objek yang sama bisa jadi memiliki pendapat yang berbeda

"


Seperti contoh, Al Quran yang ditafsirkan oleh Munfasir tidak ada tafsir yang sama, pasti berbeda dan memiliki makna sesuai kondisi dan perkembangan zaman

Menyadari bahwa hakekat kebenaran hanya milik Allah SWT, sebagai umat muslim hendaknya memiliki sikap Taqqarrub (mendekati kebenaran) tidak boleh menyamai Allah SWT Yang Maha Benar dengan segala sesuatu

Hakekat bahwa manusia tidak sempurna pasti memiliki kelemahan, oleh karena itu, Sebaik-baiknya sebagai adab thalabul 'ilmi, menuntut ilmu dengan saling mendengarkan dan kebenaran harus didiskusikan, berdialegtika, seperti ayat _wa tawa shabbil haqq_ (saling menasehati untuk kebenaran) 


Sebagai Pleno LHKP. Ayahanda Thontowi Jauhari sampaikan bahwa kader politik praktis itu di era sekarang tidak sesuai dengan politik yang berlangsung, maka Muhammadiyah meng-create politik nilai, sesuai dengan tema karakteristik Islam berkemajuan

Pengkajian dokumental terhadap faham Muhammadiyah, bahwa kegiatan Baitul Arqom, pengajian tidak muncul lebih sering tidak muncul, kajian tarjih tersebut. 


Berikut Karakteristik Islam Berkemajuan;

1. Berlandaskan Tauhid

2. Bersumber Al Quran dan Hadist Sunnah

3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid, adanya KH. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah menyerupai penjajah era Belanda termasuk kategori menuju ke kafir an, namun dibantah oleh Muhammad Abduh bahwa mendirikan sekolah merupakan pembebasan kebodohan di era masa lampau. Sama seperti arti Thontowi yakni perspektif ilmu pengetahuan dengan metode menafsirkan pemahaman seperti Munfasir

4. Mengembangkan Washatiyah

5. Mewujudkan Rahmatan lil 'alaamiin


Point selanjutnya yakni, What's is Tauhid? 

Meng-esa-kan Allah SWT dengan melafalkan kalimat Tauhid 9x setiap harinya pada Tasyahud awal dan akhir saat shalat. 

Kata illah itu Allah dengan artian tidak ada yang ditakuti, dicintai kecuali Allah SWT. 

Boleh cinta kepada makhluk, taati kecuali Allah SWT

 *Al Haqqu minrrabbika, Al Haqqu Hiyamuntarin* 

Kebenaran dan kebaikan inti dari ajaran Islam itu Tauhid, 


Pertanyaan kepada kita semua, apakah kita sudah bertauhid apa belum? Menempatkan Allah di atas segala-galanya apa belum? Nilai kebenaran dan kebaikan ialah cita-cita bersama, menjadikan kepentingan diri mengatasi kebenaran? 


Suatu hal yang betul tetapi tidak diikuti,

Memahami bahwa Iman diresapi di dalam hati, diucapkan melalui lisan dan diimplementasikan melalui perbuatan

Seorang beriman harus memiliki kesadaran kebenaran yakni Tauhid

Kita semua tidak boleh mengtuhankan jabatan, dan kebenaran


In this case, negara politisi tidak ada Tauhid kebenaran, hanya kepentingan baik dan interested


Contoh Kebijakan MBG??? 

Dimana desicion making penentu kebijakan atau pembuat keputusan tidak memperhatikan kebenaran

Sebaiknya pengkajian terhadap Program MBG itu seperti apa? Untuk rakyat bagaimana? Musyrik jatuhnya. 

Adanya para jajaran pemerintahan takut dipindahkan dan mengHAMBA KEPADA REZIM. 


Di era sekarang, Tauhid itu penerapan dilaksanakan melalui Syahadat, tidak seperti era masa lampau yang harus di embargo, di persekusi dan laksanakan atau libatkan Allah di setiap amal usaha, tidak ada namanya korupsi karena sikap Ihsan, pengawasan dari Allah SWT

Bahwa manusia harus ber-muraqabah


Menjawab permasalahan MBG

Berdasarkan Tauhid, banyak sekali yang terbuang makanan yang tidak layak konsumsi dan bisa dianalisa bahwa 1 sekolah yang terbuang, apalagi se-Indonesia seperti apa? 


Kita ketahui, bahwa Anggaran MBG 235T, tetapi kebijakan MBG untuk yang membutuhkan saja

Bukan diberlakukan untuk semua


Disampaikan Pimpinan Kepala Negara, Prabowo S. Tgl 16 di Gedung MPR anggaran MBG 335T

Bila mana anggaran tersebut dialihkan kepada PENDIDIKAN GRATIS, dan Perguruan Tinggi bisa melahirkan 15 juta 500 orang untuk menjadi Sarjana maupun berpendidikan

Bila mana anggaran dipotong 100T untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

Tidak perlu banyak orang tua yang bekerja lebih keras untuk anaknya agar bisa bersekolah tinggi melainkan itu sudah kewajiban negara tapi negara tidak turun tangan!!! 


Karena adanya fasttaste and interest, politik itu adanya menang atau kalah bukan benar atau salah hal tersebut masuk ke dalam kategori Musyrik


Allah SWT tidak mengutus Rasul kecuali turunnya wahyu dari Allah SWT agar didakwahkan bahwa menghambakanlah kepada Allah SWT


Kaum Yahudi dan Nasara / Nasrani itu sudah tertulis dalam ayat Quran

"Katakanlah wahai Muhammad, Orang-orang fasik akan mendapatkan ancaman dari Allah"

Orang yang tidak mau berhijrah ke Madinah, berkhawatir kalau jabatan dimutasi dipindahkan di daerah terpencil

Katakanlah Kec. Juwangi, Kec. Paling utara dari Kab. Boyolali

Maka ancaman dari Allah SWT itu sangat nyata, karena tidak mau hijrah ke Madinah sama seperti berkhawatir kalau dimutasi dipindahkan ditakuti dan diikuti.

-------------------------------


Kajian Munadharah Pemateri 2 selama 35' oleh Bapak Ali Muhson, disambung sesi tanya jawab. 


Turut berbahagia dan tetap menjalankan washilah Ke Islam an bahwa telah terlaksana Wisuda Kader Sekolah Tarjih & Tabligh sejumlah 70 kader, semua siap menjadi da'i, warga Muhammadiyah dan tugas kita sebagai umat Muslim yakni berdakwah


Seperti tokoh Ikhwanul Muslimin, Pembaharuan Islam berkemajuan dengan konsep Tema

Memberi teladan sebelum berdakwah

Terdapat 10 indikator apabila hendak berdakwah tetapi memberi teladan terlebih dahulu

1. Menjadi contoh sebelum berdakwah

2. Menjinakkan dan mengikat hati sebelum memperkenalkan

3. Memperkenalkan sebelum memberi tugas

4. Bertahap dalam memberikan tugas

5. Dakwah itu Memudahkan bukan menyusahkan

6. Memulakan perkara dasar sebelum perkara cabang

7. Memberi harapan sebelum ancaman

8. Memberi kepahaman tidak menyampaikan semata-mata

9. Memberi pendidikan tidak menelanjangi keburukan

10. Murid kepada guru bukan murid kepada buku


Adanya perbedaan cara berdakwah menjadi ciri khas mubaligh baik Muhammadiyah maupun NU sudah terlihat dari bagaimana cara penyampaian Muqaddimah

Perbedaan tersebut melainkan untuk tetap menyampaikan kebenaran sesuai dengan syariat Islam


Selanjutnya, penyampaian informasi bahwa akan dilaksanakan Mukhtamar 2027 November dan dipersiapkan

Musyawarah daerah

Musyawarah cabang

Musyawarah ranting


Dilanjutkan sesi tanya jawab 

Oleh Penanya 1

Bapak Alif, Teras

Sebagai siswa-siswi SKTT bagaimana jika diundang untuk mengisi khatib Idul Fitri yang mayoritas dari yang lain dan mad'u atau jama'ah tidak memperhatikan karena bukan bagian dari golongan tersebut? Sebut saja khatib Muhammadiyah dan jama'ah NU? 


Bapak Ali Muhson menyampaikan jawaban logis yakni seandainya terdapat perbedaan maka tetap sampaikan sesuai metode Muhammadiyah bila mana mencerdaskan sebuah bangsa harus diawali dengan kebenaran terlebih dahulu

Ada perbedaan MU dan NU seperti tahlilan maka semua amalan tergantung niat yang paling utama


Sesi kajian Munadharah berakhir dan infaq yang terkumpul melalui Lazismu Boyolali masuk sebagai Infaq Ramadhan untuk agenda bersama dan ditasharufkan sesuai Asnaf ZIS


Penutup

Nasruminallah wa fathun qorieb wa bashirin mukminin


Salam

Berita Acara oleh Fathimah Tsabitah Al-Khairiyah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال