Happy Weekend Kawan Pengembara!
Kali ini Pesan Pengembara menyapa di pertengahan Oktober dengan pengalaman yang terjadi baru-baru ini.
Ada kalanya niat kita baik dan berdampak, tetapi belum tentu orang lain dapat menerima maupun berkenan dengan usaha kita.
Bagaimanapun ketika sudah melaksanakan sesuatu dan berpartisipasi didalamnya menjadikan kontribusi kepada masyarakat lebih diutamakan dari sekedar mengambil data atau mengeksploitasi orang awam.
Tidak pernah terbayang, apabila hal tersebut merupakan perwujudan dari suara masyarakat agar tersampaikan kepada pemerintah maupun stakeholder terkait.
Sejatinya, menjadi fasilitator merupakan amanah yang tidak semua orang bisa dan mampu, banyak waktu, tenaga, dan analisa penelitian diperlukan.
Jika nasi sudah menjadi bubur...
Maka buatlah bubur itu bisa dinikmati dengan lahap dan saksama.
Fokus terhadap penyelesaian masalah, bila mana terjadi kesalahan untuk senantiasa bertanggung jawab dan berkomitmen untuk kedepannya lebih baik lagi berkaitan project baru.
Resiliensi terbentuk ketika seseorang mampu berani berbuat berani bertanggung jawab dan apapun resiko yang diambil harap menjadi keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan baik ketika project tersebut baru direncanakan, berjalan dan ketika selesai.
Sustainable disini menjadi kunci apabila terdapat program yang mewajibkan kita sebagai fasilitator untuk sosialisasi kepada masyarakat maka selayaknya untuk menyampaikan kepada warga atau objek penelitian.
Selain itu, bila terdapat kerja sama lebih lanjut maka akan terjadi simbiosis mutualisme dan tindak lanjut kedepannya secara masif dan progresif.
Seyogyanya menjadi fasilitator bukan berarti menjadi guru melainkan untuk menjembatani program dari pemerintah dan aspirasi dari masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat daerah setempat.
#fasilitator #program #pemerintah #masyarakat